Sistem Perbankan

Thursday, 10 April 2014

I.                   LATAR BELAKANG

Krisis ekonomi yang terjadi di Indonesia dewasa ini memberikan tekanan yang cukup berat bagi pertumbuhan ekonomi di Indonesia sehingga menimbulkan inflasi. Perkembangan moneter 2013 menunjukan tingkat inflasi year on year (Februari 2013 terhadap Februari 2012) tercatat sebesar 5,31%, meningkat signifikan dibandingkan pada bulan yang sama tahun sebelumnya yaitu 3,56% - (BPS & CEIC). Kenaikan inflasi dipengaruhi banyak faktor antara lain: naiknya harga-harga kebutuhan masyarakat karena bencana banjir diberbagai tempat di Indonesia, kenaikan tarif dasar listrik, kenaikan harga BBM, kebijakan pemerintah terkait pembatasan impor, dsb-nya. Kenaikan inflasi tentunya membawa dampak bagi perkembangan dunia perbankan di Indonesia secara umum. Dampak dari kenaikan inflasi ini telah direspon oleh Bank Indonesia dengan menaikan suku bunga acuan (BI Rate) dari 5,75% menjadi 6,5%. Sudah dapat dipastikan bahwa perbankan seluruh Indonesia akan merespon pula dengan menaikan suku bunga dana dan diikuti dengan naiknya suku bunga kredit. Menaikan suku bunga dana dilakukan perbankan untuk menjaga agar nasabah yang sensitif terhadap inflasi tidak memindahkan dananya. Hal yang tidak dapat dipungkiri dalam dunia perbankan adalah bank sangat membutuhkan dana untuk menjaga likuiditasnya tetap sehat. Pemikiran sederhananya adalah bank tidak dapat bangkrut seketika karena non performing loan (NPL) yang tinggi tetapi sebaliknya bank bisa bangkrut seketika karena krisis likuiditas. Oleh karenanya, bank berupaya keras menahan dana simpanan dari masyarakat dengan berbagai strategi untuk menjaga agar likuiditasnya tetap aman.
Melihat kondisi seperti ini, dunia perbankan nasional dituntut untuk lebih berhati-hati dalam menyikapi laju inflasi dengan menerapkan berbagai macam strategi dalam mengelola manajemen perusahaannya agar tetap dapat bertahan dan tetap meraih keuntungan dalam tekanan krisis ekonomi. Pengelolaan manajemen pemasaran menjadi sangat penting dilakukan guna menghadapi ketatnya persaingan suku bunga, fasilitas kemudahan layanan perbankan, serta memanjakan kepuasan nasabah menjadi hal mutlak yang harus dijalankan dalam mencapai tujuan pemasaran suatu bank. Strategi pemasaran menjadi kunci utama setiap perbankan dalam memasarkan produk-produknya serta mempertahankan loyalitas dan kepercayaan para nasabahnya agar tidak memindahkan dananya. Semakin banyak produk perbankan yang diminati oleh masyarakat, maka akan memberikan manfaat yang besar pula bagi suatu bank. Karena sangat pentingnya peran pemasaran, maka setiap bagian dari pemasar atau marketing suatu bank harus benar-benar memahami strategi pemasaran yang tepat yang dapat diterapkan untuk meraih kepercayaan para nasabah. Perbankan merupakan salah satu jenis industri jasa, sehingga konsep pemasarannya lebih cenderung mengikuti konsep untuk produk jasa. Yang membedakan perbankan dengan industri jasa lainnya adalah banyaknya ketentuan dan peraturan pemerintah yang membatasi penggunaan konsep-konsep pemasaran, mengingat industri perbankan yang sangat dipengaruhi oleh tingkat kepercayaan masyarakat.
Salah Bank Nasional yang juga menerapkan strategi pemasaran yang terencana dengan baik adalah Bank Mandiri. PT Bank Mandiri (PERSERO) Tbk adalah bank yang berkantor pusat di Jakarta, dan merupakan bank terbesar di Indonesia dalam hal aset, pinjaman, dan deposit. Bank ini berdiri pada tanggal 2 Oktober 1998 sebagai bagian dari program restrukturisasi perbankan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Indonesia. Pada bulan Juli 1999, empat bank milik Pemerintah yaitu: Bank Bumi Daya (BBD), Bank Dagang Negara (BDN), Bank Ekspor Impor Indonesia (Bank Exim), dan Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo), digabungkan ke dalam Bank Mandiri. Bank Mandiri kini menjadi bank terbaik dan terbesar di Indonesia. Terbukti karena Bank Mandiri berhasil memenuhi kebutuhan masyarakat melalui berbagai produk layanan yang diberikan. Selain itu, melalui layanan Mandiri Global Trade, mampu meningkatkan sektor perdagangan internasional. Layanan tersebut akan memudahkan para pelaku bisnis dalam negeri melakukan transaksi ekspor impor secaraonline. Sehingga Bank Mandiri dapat berperan secara signifikan dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional. Kesuksesan Bank Mandiri sebagai lembaga intermediaris terletak pada kemampuannya mengelola pasar. Bank Mandirimampu menangkap permintaan pasar (kebutuhan masyarakat) yang semakin beragam. Dalam strategi pemasaran, kita mengenal adanya bauran pemasaran diantaranya; produk, harga, saluran distribusi, promosi, proses, pendukung fisik, dan sumber daya manusia. Bank Mandiri dapat mengintegrasikan aspek-aspek tersebut untuk menguasai pasar dan menjadileader dalam perbankan nasional.

II.                RUMUSAN MASALAH

1.      Apa strategi pemasaran yang diterapkan oleh PT Bank Mandiri (PERSERO) Tbk sehingga mampu bersaing dalam industri perbankan nasional?
2.      Bagaimana cara PT Bank Mandiri (PERSERO) Tbk dalam upaya menjaga tingkat  kepercayaan masyarakat?

III.             PEMBAHASAN

Hal yang paling penting dalam manajemen pemasaran bank adalah bagaimana sebuah bank dapat memperlakukan nasabah baik baru maupun lama agar tetap eksis dan loyal terhadap bank tersebut. Maka untuk dapat memperlakukan nasabah tersebut perlu direncanakan suatu pemasaran yang baik, dimulai dari keramatamahan personil front office bank yang bersangkutan. Karena dari sinilah loyalitas nasabah terhadap bank dibentuk, apabila nasabah tersebut dilayani sebaik mungkin maka sebaliknya ia akan merasa sangat nyaman karena sangat dihargai oleh bank tersebut.
            PT Bank Mandiri (PERSERO) Tbk adalah bank yang berkantor pusat di Jakarta, dan merupakan bank terbesar di Indonesia dalam hal aset, pinjaman, dan deposit. Bank ini berdiri pada tanggal 2 Oktober 1998 sebagai bagian dari program restrukturisasi perbankan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Indonesia. Pada bulan Juli 1999, empat bank milik Pemerintah yaitu: Bank Bumi Daya (BBD), Bank Dagang Negara (BDN), Bank Ekspor Impor Indonesia (Bank Exim), dan Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo), digabungkan ke dalam Bank Mandiri. Bank Mandiri kini menjadi bank terbaik dan terbesar di Indonesia. Terbukti karena Bank Mandiri berhasil memenuhi kebutuhan masyarakat melalui berbagai produk layanan yang diberikan. Selain itu, melalui layanan Mandiri Global Trade, mampu meningkatkan sektor perdagangan internasional. Layanan tersebut akan memudahkan para pelaku bisnis dalam negeri melakukan transaksi ekspor impor secaraonline. Sehingga Bank Mandiri dapat berperan secara signifikan dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional.
            PT Bank Mandiri memiliki Visi :
            “TERDEPAN.  TERPERCAYA,  TUMBUH  BERSAMA  ANDA”.
           
            Dan Misi Bank Mandiri yaitu:
1.         Berorientasi pada pemenuhan kebutuhan pasar
2.         Mengembangan sumber daya manusia profesional
3.         Memberikeuntungan yang maksimal bagi stakeholder
4.         Melaksanakan manajemen terbuka
5.         Peduli terhadap kepentingan masyarakat dan lingkungan
            Dalam menjalankan visi dan misinya, PT. Bank Mandiri memiliki tujuan utama yaitu: Turut melaksanakan dan menunjang kebijaksanaan dan program Pemerintah di bidang ekonomi dan pembangunan nasional pada umumnya, khususnya di bidang perbankan dengan menerapkan prinsip-prinsip Perseroan Terbatas.
            Di tengah kondisi perekonomian global maupun nasional yang tidak kondusif, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk tetap mencatatkan kinerja keuangan yang positif. Pada paparan yang dilakukan perseroan kepada media, di Jakarta, Senin (29/7/2013) sore, disebutkan bahwa bank BUMN ini berhasil memperoleh laba bersih sebanyak Rp 8,3 triliun pada triwulan II 2013. Ada kenaikan sebesar 16 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. “Di tengah kondisi perekonomian global dan nasional yang cukup perlu kita berhati-hati saat ini, kinerja keuangan Bank Mandiri triwulan II 2013 masih cukup baik, dan menunjukkan perkembangan yang cukup menggembirakan,” terang Budi G Sadikin, Direktur Utama Bank Mandiri.
            Makin kritis dan modern-nya masyarakat terhadap kualitas layanan dalam bidang perbankan sangatlah diperlukan bagi kesuksesan bank nasional tersebut. Salah satu Strategi Pemasaran Bank Mandiri yang efektif adalah segera berbenah diri untuk segera berupaya meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat. Survei yang telah dilakukan menunjukkan bahwa nasabah, seringkali akan mengeluhkan kualitas jasa apabila prosedur transaksi keuangan terkesan kurang tertata. Strategi Pemasaran Bank Mandiri juga diperlukan untuk menghindari complain yang berkaitan dengan sulitnya mendapatkan informasi dan komplain terhadap fasilitas nilai produk yang ditawarkan.
            Seiring dengan perkembangan jaman dan tuntutan pasar yang searah dengan perkembangan perilaku konsumen dan kecerdasan para ahli pemasaran, untuk dapat bersaing dalam industri perbankan nasional, menurut analisa penulis, PT Bank Mandiri telah menerapkan evolusi perkembangan bauran pemasaran (marketing mix) 4P menjadi integrated service management 8P seperti yang dikemukakan Lovelock dan Wright (2002:13-15), yaitu sebagai berikut :
1.        Product elemenst.
     Bank Mandiri memiliki banyak produk layanan kepada nasabah dimana semua komponen dari kinerja layanan tersebut diusahakan untuk dapat menciptakan nilai bagi pelanggan.
Produk-produk Bank Mandiri antara lain yaitu:
1.      Simpanan
a)      Mandiri Tabungan Rupiah (Mandiri Tabungan Rencana Rupiah, Mandiri Tabungan Bisnis Rupiah, Mandiri Tabungan TKI Rupiah)
b)      Mandiri Tabungan Asing
c)      Mandiri Giro Rupiah
d)     Mandiri Giro Asing
e)      Mandiri Deposito Rupiah
f)       Mandiri Deposito Asing
2.      e-Banking
a)      Mandiri ATM
b)      Mandiri Debit
c)      Mandiri SMS
d)     Mandiri Call -14000 atau (021) 5299-7777
e)      Mandiri Internet Banking
f)       Mandiri Mobile (Mandiri Mobile iPhone, Mandiri Mobile Android, Mandiri MobileBlackBerry)
3.      Kartu Kredit
a)      Mandiri MasterCard  (Feng Shui Card Platinum, Skyz Card Titanium, Everyday Card)
b)      Mandiri Visam (Visa Platinum Golf Card, Visa Platinum Card, Golf Card, Gold Card, Silver Card, Kartu Hypermart Gold, Kartu Hypermart Regular, Platinum Corporate Card, Corporate Card)
4.      Pinjaman
a)      Kredit Investasi
b)      Kredit Konsumsi
c)      Kredit Kepemilikan Rumah/Apartemen

            Desain dan produk jasa Bank Mandiri dapat dinilai telah memperhatikan atribut yang menyertai, seperti: sistem, prosedur dan pelayanannya.
2.        Price and other user outlays.
            Saat ini  teknologi telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Misalnya saja, cukup banyak masyarakat yang memilih untuk menggunakan cara non-tunai dalam melakukan transaksi. Bila berbelanja kini masyarakat semakin gemar menggunakan kartu ketimbang uang tunai. Begitu pula dengan naik kendaraan umum, seperti busway, yang sekarang pembayarannya bisa dengan menggesekkan kartu prabayar.
            Kondisi yang demikian diakui oleh Bank Mandiri. Dalam paparan kinerja Bank Mandiri triwulan II 2013, di Gedung Bank Mandiri, Jakarta, Senin (29/7/2013) lalu, Heri Gunardi, Direktur Micro dan Retail Banking Bank Mandiri, berujar, “Sejalan dengan strategi pengembangan transaksi retail Bank Mandiri, transaksi yang dilakukan nasabah melalui ATM, SMS banking, dan internet banking, baik nilai maupun jumlahnya menunjukkan peningkatan yang signifikan. Jauh melampaui pertumbuhan transaksi yang dilakukan melalui cabang, (yakni) lebih dari 80 persen transaksi dilakukan melalui e-channel.”
            Contoh produk dalam pembahasan ini adalah Mandiri KTA. Mandiri KTA sangat membantu bagi mereka yang membutuhkan uang secara cepat namun tetap mematuhi prosedur yang ada. Terdapat jenis dan tipe pinjaman sesuai kebutuhan peminjam. Suku bunga relatif ringan, limit pinjaman relatif besar, dan kemudahan dalam persyaratan bagi nasabah yang ingin melakukan proses peminjaman.
3.        Promotion and education.
            Pada pertengahan Juli 2012 warga Jakarta sempat dihebohkan dengan kehadiran Ferrari dan Porsche yang dijadikan taksi. Namun, mobil itu ternyata hanya strategi PT Bank Mandiri Tbk untuk merilis layanan mobile banking-nya. Direktur Micro dan Retail Banking Bank Mandiri Budi G Sadikin menjelaskan, layanan taksi ini memang merupakan salah satu strategi pemasaran oleh Bank Mandiri. "Pemasaran saja, kami ingin seperti taksi, namun lebih mewah untuk melayani masyarakat. Filosofinya seperti itu. Ini sebagai pemanasan untuk peluncuran layanan mobile banking kami," kata Budi selepas peluncuran Mobile Banking di Atrium EX Plaza Indonesia, Jakarta, Rabu (18/7/2012).
            Sebenarnya, sempat timbul anggapan bahwa yang dilakukan oleh Bank Mandiri tersebut merupakan kebohongan publik. Tetapi, Budi menganggap trik ini sebagai hal wajar untuk saranamarketing yang efektif dalam memasarkan sesuatu. Layanan taksi dipilih karena mobil tersebut dianggap legendaris sebagai mobil mewah.
            Kegiatan promosi yang dilakukan diatas adalah aktivitas komunikasi dan perancangan insentif untuk membangun persepsi pelanggan yang dikehendaki Bank Mandiri atas layanan spesifik yang akan diberikan. Kegiatan promosi pada produk dan jasa bank pada umumnya dilakukan melalui iklan di media masa, atau televisi.
4.        Place, cyberspace and time.
            Keputusan manajemen mengenai kapan, dimana, dan bagaimana menyajikan layanan yang baik kepada pelanggan. Atau disebut juga saluran distribusi.  Contoh nyata dari penerapan saluran distribusi yang tepat guna adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk membuka Mandiri Banking Lounge di mal-mal atau pusat-pusat perbelanjaan di beberapa kota Indonesia. Banking lounge tersebut akan menyediakan berbagai macam produk dan layanan Bank Mandiri. Layanan tersebut antara lain adalah registrasi nasabah, redemption Mandiri Fiestapoin, Gelang E-Money, Kartu E-Money, Mandiri Internet, Mandiri Mobile, dan Mandiri ATM. Pada tahap awal, Mandiri Banking Lounge akan digelar di mal Senayan City, mulai 4 September hingga 8 September 2013.
5.        People.
            PT Bank Mandiri berupaya mendorong pertumbuhan industri perbankan melalui penciptaan sumber daya manusia yang berkualitas dan kompeten di bidang manajemen risiko. Untuk itu, Bank Mandiri menggelar workshop terkait manajemen risiko khususnya penerapan statistik dalam perbankan bagi mahasiswa dari empat perguruan tinggi terkemuka di Indonesia. Kegiatan yang melibatkan 100 mahasiswa dari Universitas Indonesia (UI), Universitas Padjajaran (Unpad), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Institut Pertanian Bogor (IPB) tersebut dilakukan dalam tiga kali pertemuan yang berlangsung pada periode tanggal 20 April-25 Mei 2011.
6.        Process.
     PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menerbitkan kartu kredit Mandiri Visa Distribution Card (D-Card) bagi produsen air minum kemasan bermerk Viro, PT Tirta Amarta. Kartu kredit ini bertujuan untuk memudahkan transaksi keuangan para agen dan distributor.
     “Penggunaan kartu kredit dalam proses penjualan barang dari produsen kepada jaringan distribusi merupakan solusi terbaik yang dapat dikembangkan. Karena langkah ini dapat meningkatkan keamanan, kenyamanan dan efisiensi dalam bertransaksi dan pengelolaan piutang dagang bagi produsen,” jelas Tardi, EVP Coordinator Consumer Finance Bank Mandiri, dalam siaran persnya kepada Swa Online, Kamis (22/8).
     Penggunaan Mandiri D-Card dapat mengalihkan proses piutang ke bank, sehingga mengurangi processing cost. Kartu ini juga menghilangkan fungsi penagihan dari bagian penjualan karena tenaga penjual tidak lagi menagih langsung pembayaran dari agen atau toko saat barang dikirim.
            Sistem dan prosedur diatas merefleksikan penilaian, apakah pelayanan cepat atau lambat. Pada umumnya nasabah lebih menyenangi proses yang cepat, walaupun bagi bank akan menimbulkan risiko yang lebih tinggi. Penggunaan teknologi yang tepat guna serta kreativitas yang prima diperlukan, untuk suatu proses yang cepat namun aman.
7.        Productivity and Quality.
       Bank Mandiri sebagai sebuah bank transaksional, dimana para nasabahnya dapat memanfaatkan tabungannya di Bank Mandiri untuk untuk memenuhi beragam kebutuhan transaksi mereka seperti: membayar berbagai tagihan (telepon, kartu kredit, membeli pulsa dsb), transfer dana antar rekening, berbelanja dengan menggunakan kartu kredit, dan masih banyak lagi keunggulan-keunggulan layanan yang diberikan oleh Bank Mandiri. Kualitas layanan yang diberikan Bank Mandiri dibuktikan dengan beragam produk yang mengandalkan fitur transaksi ATM, Mobile Banking, e-Banking, D-Card, GazCard, e-Toll, e-Money, dsb. Hingga Juni 2013, Bank Mandiri telah menerbitkan lebih dari tiga juta kartu kredit dengan jumlah transaksi mencapai lebih dari 13 juta senilai lebih dari Rp10 triliun.
8.        Physical Evidence.
            Diperlukan kepastian adanya fasilitas ATM yang memadai, fasilitas tempat parkir yang baik, keamanan kendaraan dan tersedianya berbagai loket pembayaran yang khusus seperti pembayaran untuk rekening listrik dan sebagainya.
            Perangkat-perangkat yang diperlukan dalam menyajikan secara nyata kualitas produk dan layanan Bank Mandiri terus ditingkatkan guna memenuhi kebutuhan nasabahnya. Sampai saat ini Bank Mandiri mempunyai 1.296 kantor cabang yang tersebar di sepanjang Indonesia dan daerah layanan di luar negeri antara lain di: Kepulauan Cayman, Cina, Hongkong, Singapura, Timor Leste. Selain itu, Bank Mandiri mempunyai sekitar 11.454 ATM dengan volume transaksi 314 triliun pada akhir Juni 2012.
            Selain itu, pendukung fisik yang digunakan Bank Mandiri dalam melayani nasabah juga memenuhi standar. Dilihat dari bangunan kantor yang memadai dan sarana prasarana yang mendukung. Otomatis memberikan persepsi positif terhadap Bank Mandiri. Akan semakin memberikan kepercayaan dan kenyamanan bagi nasabah di seluruh Indonesia.

            Selain melakukan pengembangan dari evolusi bauran pemasaran atau marketing mix 4P menjadi integrated service management 8P, strategi pemasaran Bank Mandiri juga dapat dianalisa dari penerapan strategi pemasaran modern STP (Segmenting, Targeting, Positioning) yaitu:
1.        Segmenting (Segmentasi Pasar)
                 Nasabah Bank Mandiri yang terdiri dari berbagai segmen merupakan penggerak utama perekonomian Indonesia. Berdasarkan sektor usaha, nasabah Bank Mandiri bergerak dibidang usaha yang sangat beragam. Adapun segmentasi pasar dibagi dalam beberapa lini bisnis yaitu :
a.        Institutional Banking
          Adalah sektor bisnis baru yang dapat dikembangkan dan memiliki prospek tumbuh sekaligus berperan sebagai institusi perbankan yang komprehensif.
b.        Corporate Banking
          Bank Mandiri menawarkan solusi transaksi keuangan yang efektif dengan membangun hubungan dengan tujuan melayani institusi koorporasi. Sebagai contoh Bank Mandiri, dalam rangka memperkuat bisnis transaksionalnya, berusaha ikut mendorong peningkatan transaksi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
c.         Commercial & Business Banking
          Pada segmen komersial dan bisnis, Bank Mandiri bekerja keras untuk mendapatkan respon positif dari investor  demi peningkatan harga saham Bank Mandiri. Pada segmen bisnis dan komersial diharapkan dapat memberikan peluang-peluang pemasaran yang baru untuk menumbuhkan pangsa pasar dominan yang telah difokuskan. Contohnya melalui layanan Mandiri Global Trade, mampu meningkatkan sektor perdagangan internasional. Layanan tersebut akan memudahkan para pelaku bisnis dalam negeri melakukan transaksi ekspor impor secara online.
d.        Micro & Retail Banking
          Bank Mandiri memiliki aspirasi untuk memenangkan segmen pembiayaan ritail, terutama untuk memenangkan persaingan kredit perumahan dan melayani Usaha Kecil dan Menengah (UKM).
e.         Consumer Finance
          Personal loan dan kartu kredit menjadi salah satu andalan Bank Mandiri pada bidang pembiyaan.
2.        Targeting (Target Market)
                 Bank Mandiri fokus dalam strategi pemasaran untuk memenangkan persaingan pasar segmen premium yang dinilai lebih menguntungkan. Guna menjangkau para nasabah premium tersebut, Bank Mandiri membuka 42 Outlet Mandiri Prioritas dan 50 Priority Lounge yang tersebar di seluruh Indonesia. Bahkan, Mandiri Prioritas akan membuka 8 Outlet baru di pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan & Irian jaya hingga akhir 2010. Outlet-outlet ini untuk menunjang para nasabah Private Banking Mandiri Prioritas dalam menjalankan bisnisnya.
                 Pada kenyataannya, segmen pasar premium terus meningkat di Bank Mandiri. Data yang mendukung adalah jumlah nasabah Mandiri Prioritas lebih dari 50.000 nasabah pada 2010. Lonjakan nasabah premium tersebut berdampak pula pada kenaikan dana kelolaan (Fund Under Management) yang tumbuh signifikan dari Rp. 68,9 triliun menjadi Rp. 82,6 triliun pada 2010.
                 Nasabah yang termasuk dalam kategori nasabah premium adalah nasabah yang terdaftar sebagai nasabah Mandiri Prioritas. Mereka wajib menempatkan dana minimum Rp. 500.000.000,- dalam berbagai produk Mandiri dengan manfaat mendapatkan layanan eksklusif dalam bentuk pengelolaan, pengembangan dan perlindungan aset. Saat ini para nasabah eksklusif tersebut mendapatkan layanan khusus berupa layanan Executive Lounge di bandara, Safe Deposit Box, Weekend Banking, program-program apresiasi dan edukasi, juga ada Layanan Personal Banker sebagai Financial Advisor. Personal Banker Mandiri Prioritas memiliki sertifikasi dan update pengetahuan terkait pengelolaan investasi dan keuangan untuk menangani perencanaan keuangan nasabah.
3.        Positioning
                 Bank Mandiri berusaha menempatkan bisnis usahanya sebagai leader dunia perbankkan nasional. Menempatkan produk-produknya pada derajat tertinggi demi melayani kebutuhan nasabahnya serta mampu memahami kebutuhan-kebutuhan baru yang berkembang dari nasabah yang harus segera dipenuhi Bank Mandiri. Untuk mendukung usaha tersebut Bank Mandiri memiliki suatu konsep strategi yakni social connect! Yaitu membangun konsep hubungan secara horizontal dengan nasabah. Menjalin interaksi sosial yang baik merupakan salah satu modal besar yang dilakukan Bank Mandiri  untuk bertahan di industri ini.
            PT Bank Mandiri (PERSERO) Tbk dalam upayanya menjaga tingkat kepercayaan masyarakat menerapkan strategi pemasaran dengan metode pendekatan horizontal kepada nasabah.
            Hermawan Kertajaya (2010; 27) menyebutkan bahwa dunia pemasaran tengah memasuki sebuah orde baru, babak baru, peradaban baru, yang mengacu pada pemahaman marketing yang bersifat “New Wave,” bersandar pada praktik pemasaran yang serba ter-connect secara horizontal. Artinya adalah, seorang pemasar harus mampu meletakkan nasabah bukan sebagai objek melainkan subjek pemasaran. Bank Mandiri harus mampu melibatkan nasabah secara proporsional dalam kegiatan yang dilakukan Bank Mandiri. Untuk membangun hubungan horizontal tersebut, dibutuhkan tiga strategi yaitu:
A.       Communitization atau komunitisasi merupakan langkah mengelompokkan nasabah pada satu komunitas yang memiliki kesamaan tujuan. Bank Mandiri sudah seharusnya meletakkan komunitas nasabah tersebut sebagai sentral. Tujuannya adalah memberikan kesempatan bagi nasabah untuk berpartisipasi secara langsung kepada Bank Mandiri. Bisa dalam bentuk pemberian kritik dan saran bahkan kebijakan. Dengan begitu, Bank Mandiri akan memprioritaskan nasabah terkait kebijakan yang diambil. Komunitisasi ini berbeda dengan segmentasi. Jika di dalam segmentasi, harus ada segmen-segmen pasar yang dibentuk sepihak oleh perusahaan berdasarkan gaya hidup, pendapatan, dan wilayah. Namun, di dalam komunitisasi, hanya ada satu komunitas. Terbentuk dari latar belakang, kebutuhan, bahkan wilayah yang berbeda, tetapi mereka memiliki kesamaan tujuan. Sehingga aspek hubungan horizontal atau kesejajaran akan terbentuk. Yakni antara Bank Mandiri dengan semua nasabah di seruluh Indonesia.
B.       Confirmation atau konfirmasi. Bank Mandiri harus mendapatkan ijin terlebih dahulu untuk masuk dalam komunitas tersebut. Seperti pada jejaring sosial, harus ada kata confirm apabila kita ingin tergabung dalam suatu komunitas. Di sini akan timbul nilai humanis dari Bank Mandiri kepada nasabah. Bank Mandiri harus terlebih dahulu memberikan citra positif agar diterima di dalam komunitas tersebut. Tujuan melakukan konfirmasi agar Bank Mandiri dan nasabah bisa saling menerima sehingga dapat tergabung dalam satu komunitas.
C.       Clarification atau klarifikasi. Setelah terbentuk komunitas, selanjutnya adalah melakukan klarifikasi. Menjelaskan visi misi keberadaan Bank Mandiri ditengah komunitas yang terbentuk. Menyelaraskan persepsi antara nasabah dengan Bank Mandiri.
            Apabila ketiga strategi di atas berhasil diterapkan, Bank Mandiri akan secara mudah bekerjasama dengan nasabah. Dalam jangka panjang, Bank Mandiri akan semakin memperoleh kredibilitas di lingkungan masyarakat.

IV.             KESIMPULAN
1.      Seiring dengan perkembangan jaman dan tuntutan pasar yang searah dengan perkembangan perilaku konsumen dan kecerdasan para ahli pemasaran Untuk dapat bersaing dalam industri perbankan nasional, PT Bank Mandiri telah menerapkan evolusi perkembangan bauran pemasaran (marketing mix) 4P menjadi integrated service management 8Pseperti yang dikemukakan Lovelock dan Wright (2002:13-15), yaitu sebagai berikut :
1)      Product elemenst.
2)      Price and other user outlays.
3)      Promotion and education.
4)      Place, cyberspace and time.
5)      People.
6)      Process.
7)      Productivity and Quality.
8)      Physical Evidence.
2.      Selain melakukan pengembangan dari evolusi bauran pemasaran atau marketing mix 4P menjadi integrated service management 8P, Bank Mandiri juga menerapan strategi pemasaran modern yaitu STP (Segmenting, Targeting, Positioning)
3.      PT Bank Mandiri (PERSERO) Tbk dalam upayanya menjaga tingkat kepercayaan masyarakat menerapkan strategi pemasaran dengan metode pendekatan horizontal kepada nasabah. Artinya adalah, seorang pemasar harus mampu meletakkan nasabah bukan sebagai objek melainkan subjek pemasaran. Bank Mandiri harus mampu melibatkan nasabah secara proporsional dalam kegiatan yang dilakukan Bank Mandiri. Untuk membangun hubungan horizontal tersebut, dibutuhkan tiga strategi yaitu:
a.       Communitization
b.      Confirmation
c.       Clarification

Sumber : http://mikhaelherman.wordpress.com/2013/10/04/strategi-pemasaran/


Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Deskripsi Proses Bisnis Beserta FlowChartnya Dalam Siklus

Wednesday, 4 December 2013

SIKLUS PENGELUARAN (PEMBELIAN)
1.        PEMBELIAN DALAM PERUSAHAAN
Secara umum, pembelian dalam perusahaan antara lain meliputi:
1)        Pembelian barang dagangan.
2)        Pembelian bahan baku dan bahan pembantu.
3)        Pembelian supplies (bahan habis pakai).
4)        Pembelian peralatan.
5)        Pembelian aktiva tetap.
2.        DOKUMEN DAN CATATAN DALAM PEMBELIAN TUNAI
Dokumen yang digunakan dalam transaksi pembelian tunai adalah sebagai berikut:
1)        Surat permintaan pembelian.
2)        Blanko kas bon.
3)        Faktur pembelian tunai.
4)        Blanko penyelesaian kas bon.
3.        DOKUMEN DAN CATATAN DALAM  PEMBELIAN KREDIT
Dokumen yang digunakan dalam transaksi pembelian kredit adalah sebagai berikut:
1)        Surat permintaan pembelian.
2)        Surat order pembelian.
3)        Nota retur.
4)        Faktur pembelian.
5)        Bukti kas keluar.
4.   AKTIVITAS PEMBELIAN
Aktivitas pembelian dapat disebut dengan prokuremen. Prokuremen merupakan suatu proses bisnis yang diawali dengan pemilihan sumber daya,aktivitas pembuatan order, dan perolehan barang atau jasa dari pemasok yang dilakukan oleh perusahaan.
Untuk lebih jelasnya, aktivitas prokuremen/pembelian, secara umum dapat diuraikan sebagai berikut :
1)        Menentukan Kebutuhan Produk/jasa (permintaan pembelian)
Timbulnya kebutuhan akan produk/jasa dalam suatu perusahaan biasanya diperoleh dari dokumen permintaan pembelian (PP) yang dikirimkan bagian produksi atau bagian persediaan untuk memenuhi tersedianya produk yag diminta dalam divisinya masing-masing. Permintaan pembelian merupakan dokumen internal yang dibuat untuk meminta sesuatu pada suatu bagian tertentu.
2)        Memilih Sumber Daya
Aktivitas ini dilakukan bagian pembelian untuk memilih jenis sumber daya yang dibutuhkan/diminta dan menyortir apakah permintaan tersebut dapat disetujui atau tidak.
3)        Memilih Pemasok
Proses pemilihan ini dilakukan dengan pertimbangan untuk mendapatkan barang/jasa yang berkualitas dan harga yang telah disepakati bersama.
4)        Menerbitkan Pesanan Pembelian
Pesanan pembelian dapat dilakukan dengan cara menerbitkan Dokumen pesanan pembelian yang dikirimkan pemasok kebagian pembeli. Dokumen pesanan pembelian mengidentifikasikan pemasok dengan mengimpormasikan barang yang dipesan, jumlah, harga, tanggal pengiriman, jangka waktu pengiriman, dan jangka waktu pembayaran yang diinginkan oleh perusahaan.
5)        Penerimaan Barang
Barang yang dikirimkan konsumen diterima perusahaan oleh bagian penerimaan barang. Bagian penerimaan barang akan melakukan pengecekan secara fisik jumlah barang yang dikirimkan dicocokan dengan dokumen pengirimannya. Apabila barang yang diterima telah sesuai dengandokumen pengiriman dan dokumen pesanan pembeliannya maka bagia penerimaan barang akan membuat laporan penerimaan barang.
6)        Verifikasi Faktur
Verifikasi faktur dilakukan ketika perusahaan akan melakukan pembayaran kepada pemasok. Faktur harus diperiksa dan dicocokan dengan dokumen penerimaan barang dan dokumen pesanan pembelian.
  7)        Pembayaran dengan Pemasok
Apabila dokumen pemasok sudah cocok maka perusahaan akan melakukan pembayaran dengan pemasok. Pembayaran dapat dilakukan sesuai dengan jangka waktu pembayara dan persyaratan yang ditentukan dalam pesanan pembelian.
5.        RISIKO DALAM SIKLUS PEMBELIAN
Sistem impormasi pembelian dibangun dengan tujuan untuk:
1)        Memasikan bahwa perusahaan membeli barang yang dibutuhkan dengan tepat waktu.
2)        Memastikan bahwa pwrusahaan tidak terlambat membayar utang yang telah jatuh tempo.
3)        Memastikan bahwa perusahaan membayar utang untuk barang yang benar-bebar diterima.
4)        Memastikan bahwa tidak ada peluang kecurangan dalam siklus pembelian yang dapat dimanfaatkan oleh karyawan.
Sedangkan resiko dalam siklus pembelian antara lain meliputi:
1)        Perusahaan kehabisan stok barang karena terlambat memesan barang kepada pemasok.
2)        Salah membeli barang yang tidak dibutuhkan.
3)        Salah membeli barang yang harganya terlalu mahal.
4)        Bagian penerimaan barang menerimaan pesanan yang tidak sesuai (tidak sesuai dalam jumlah atau jenis).
5)        Salah tagih.
6)        Lalai tidak membayar utang.
7)        Lalai membayar dua kali untuk satu utang yang sama.
8)        Data pembelian jatuh ke tangan pihak yang tidak dikehendaki.
9)        Kerusakan data karena ada virus atau karena kerusakan hardware komputer.
6.        PENGENDALIAN UNTUK SIKLUS PEMBELIAN
Pengendalian diharapkan dapat meminimalkan setiap resiko.pengendalian yang dapat diterapkan dalam siklus pembelian antara lain:
1)        Bagian pembelian perlu menganalisis perputaran setiap jenis persediaan untuk mengetahui persediaan yang laris dan digemari oleh pelanggan.
2)        Perusahaan perlu meminta penawaran harga dari beberapa pemasok. Untuk pengeluaran besar perusahaan dapat melakukan lelang untuk mendapatkan harga yang bagus. dengan adanya penawaran harga lebih dari satu pemasok, maka pemasok yang tidak efisien akan sulit bersaing dengan pemasok yang bersih.
3)        Perusahaan perlu merancang surat permintaan pembelian untuk memastikan bahwa departemen pembelian hanya membeli barang yang memang dibutuhkan departemen lain atau membeli barang dagangan yang memang laris.
4)        Perusahaan perlu memiliki surat order pembelian untuk merekam transaksi pemesanan barang kepada pemasok.
5)        Perusahaan perlu memastikan  bahwa penerimaan barang benar-benar mengecek barang yang datang dan menghitung jumlah barang yang datang.
6)        Akuntan perlu memiliki arsip faktur pembelian berdasarkan tanggal jatuh tempo faktur.
7)        Bagian utang hanya akan memproses pembayaran utang hanya jika sudah menerima bukti penerimaan barang dari bagian penerimaan barang. Dengan demikian, utang dilunasi setelah barang diterima.
8)        Akuntan perlu mengarsip faktur bersama dengan nota retur,  sehingga akuntan memiliki informasi pasti mengenai berapa utang kepada pemasok dan berapa yang harus dibayar.
9)        Bagian utang harus melakukan pengecekan atas kebenaran perhitungan dalam faktur dari pemasok.
10)    Bagian utang harus mengarsip faktur yang belum lunas terpisah dari faktur yang sudah lunas.
11)    Perusahaan harus memastikan bahwa terdapat pemisahan antara bagian pembelian, bagian penerimaan barang, dan bagian yang berwenang untuk menandatangani cek.
12)    Data pembelian, maupun data pengeluaran kas perlu dibackup secara teratur.
13)    File pembelian dan pengeluaran kas seharusnya hanya boleh diakses oleh karyawan yang berwenang.
Pengendalian untuk siklus transaksi pembelian menurut Bodnar meliputi aktivitas :
a)        Permintaan pembelian dan penerimaan barang.
b)        Aktivitas pembelian.
c)         Aktivitas penerimaan barang.
d)        Pencatatan utang dagang.
e)        Aktivitas pembayaran utang dagang/pengenluaran kas.
f)          Aktivitas pencatatan transaksi pada buku besar.
g)        Aktivitas pemeriksaan internal (audit internal).
7.        INFORMASI YANG DIHASILKAN DALAM SIKLUS PEMBELIAN
Salah satu tujuan sistem informasi pembelian adalah untuk menghasilkan ragam informasi yang dapat membantu perusahaan untuk mengambil keputusan. Berikut beberapa informasi yang mestinya bisa dihasilkan oleh sebuah sistem informasi pembelian:
1)        Saldo utang setiap pemasok.
2)        Tabel umur utang.
3)        Utang yang hampir jatuh tempo.
4)        Total pembelian per bulan.
5)        Retur pembelian per bulan.

Siklus Pembelian
Dalam siklus ini akan dijelaskan bagaimana perusahaan melakukan pembelian yang akan
digunakan baik untuk proses produksi, bahan baku, kebutuhan, dll. Berikut ini contoh flowchart
pembelian tunai dan pembelian kredit :

Job Description di dalam proses pembelian, yaitu:
 1.      Supplier
·         Mempromosikan barang ke perusahaan
·         Melakukan penawaran harga
·         Membuat nota pembayaran
·         Mengirim barang yang dipesan dan membuat surat jalan
2.      Bagian Pembelian
·         Melakukan pembelian barang baik secara tunai maupun kredit
·         Melakukan penawaran harga ke supplier dan memutuskan cara pembayaran (tunai/kredit)
·         Melakukan pembayaran
·         Membuat jurnal pembelian
3.      Gudang
·         Membuat data persediaan barang
·         Membuat daftar barang yang dibutuhkan
·         Menerima dan memeriksa barang
4.      Pimpinan
·         Menerima laporan dari tiap-tiap bagian
·         Mengawasi kinerja karyawannya

Sumber : http://siadevelopment.blogspot.com/2012/04/siklus-pembelian.html

Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Rangkuman Sistem Informasi Akutansi dan E-busines berserta contohnya

Wednesday, 20 November 2013

Sistem Informasi Akuntansi

Sistem Informasi Akuntansi adalah suatu komponen organisasi yang mengumpulkan, mengklasifikasikan, mengolah, menganalisa dan mengkomunikasikan informasi finansial dan pengambilan keputusan yang relevan bagi pihak luar perusahaan dan pihak ekstern.
Akuntansi sendiri sebenarnya adalah sebuah Sistem Informasi.

Pengertian Ruang Lingkup pada SIA
Serangkaian kegiatan administratif untuk menangani transaksi perusahaan,dilengkapi dengan prosedur, dokumen dan jurnal serta laporan keuangan sebagai output,misalnya :
a.   Ruang lingkup Implementasi aplikasi Sikompak pada Bagian Akuntansi/Pembukuan meliputi pencatatan dan pengolahan data atas transaksi keuangan yang meliputi penjurnalan, posting hingga menghasilkan laporan keuangan perusahaan (General Ledger System).
b.     Ruang lingkup Sistem Informasi Aktiva Tetap dan Persediaan terdiri dari mutasi penambahan dan pengurangan pada aktiva tetap dan persediaan serta perhitungan penyusutan dan nilai buku aktiva tetap.
c.    Ruang Lingkup implementasi Billing System yang telah terkomputerisasi terdiri dari beberapa sub-sistem antara lain sub-sistem penyambungan baru, sub-sistem administrasi rekening, sub-sistem pelayanan pelanggan (customer service) dan sub-sistem penagihan dan penerimaan kas.


SIKLUS PENCATATAN  AKUNTANSI PADA SISTEM INFORMASI AKUNTANSI (SIA)
Siklus pencatatan transaksi pada system informasi akuntansi (S I A) di bagi menjadi empat bagian, yaitu kegiatan ekonomi yang mempengaruhi aktiva dan akuitas perusahaan dicerminkan dalam akun-akunnya, dan diukur dalam satuan mata uang.
Transaksi keuangan yang paling umum adalah pertukaran ekonomi dengan pihak
eksternal.

Transaksi keuangan adalah kegiatan bisnis umum yang terjadi secara
rutin. Secara efisien, perusahaan mengelompkkan jenis-jenis transaksi yang
sama kedalam siklus-siklus transaksi sebagai berikut :



Siklus Transaksi
Dalam siklus ini terdapat tiga siklus transaksi yang memproses sebagian besar
aktivitas ekonomi perusahaan,yaitu siklus pengeluaran, siklus konversi, dan siklus pendapatan.

Siklus Pengeluaran
Aktivitas bisnis dimulai dengan pemerolehan bahan baku, properti, dan tenaga kerja melalui pertukaran dengan kas, siklus pengeluaran,kebanyakan transaksi pengeluaran didasarkan pada hubungan kredit di antara mitra dagang,
pengeluaran kas aktual dilakukan pada saat yang sama dengan penerimaan
barang dan jasa,dalam siklus ini terdapat subsistem-subsistem utama yaitu ; sistem
pembelian/utang, sistem pengeluaran kas, sistem penggajian, dan sistem aktiva
tetap.

Siklus Konversi
Siklus konversi terdiri atas dua subsistem utama ; sistem produksi dan sistem
akuntansi biaya. Sistem produksi melibatkan perencanaan, penjadwalan, dan
pengendalian produk fisik melalui proses produksi,sedangkan sistem akuntansi
biaya memantau arus informasi biaya yang berkaitan dengan produksi.

Sikuls Pendapatan
Siklus pendapatan melibatkan pemrosesan penjualan tunai, penjualan kredit, dan
penerimaan kas setelah penjualan kredit, transaksi siklus pendapatan juga memiliki
komponen fisik kas dan keuangan, yang diproses secara terpisah.

PENCATATAN AKUNTANSI
Terdiri dari  Sistem Manual ,sistem manual juga disebut system tradisional yang terdiri dari proses-proses berikut:

DOKUMEN.
Dokumen menyediakan bukti dari kegiatan ekonomi dan dapat digunakan untuk memulai pemrosesan transaksi,yang terdiri atas.

Dokumen sumber,Dokumen sumber digunakan untuk menangkap dan menformalisasikan data transaksi yang diperlukan untuk memproses siklus transaksi.

Dokumen Produk,Dokumen produk adalah hasil dari pemrosesan transaksi, bukan
dokumen yang memicu mekanisme proses.

Dokumen Perputaran . Dokumen perputaran adalah dokumen produk dari satu sistem yang menjadi dokumen sumber dari sistem lainnya.

Jurnal. Jurnal adalah catatan ayat-ayat secara kronologis,dokumen merupakan sumber data bagi jurnal. Terdapat dua jenis jurnal, yaitu :
Jurnal Khusus. Jurnal khusus digunakan untuk mencatat kelas transaksi khusus yang muncul dalam volume besar.
Jurnal Umum. Jurnal umum digunakan untuk mencatat transaksi yang jarang terjadi atau tidak sama.

Buku Besar. Buku besar adalah buku akun keuangan, yang mencerminkan pengaruh keuangan dari transaksi setelah dibukukan dari berbagai jurnal,terdapat dua jenis buku besar:
Buku Besar Umum,berisi akun perusahaan dalam bentuk rangkuman dari akun pengendali.
Buku Besar Pembantu,berisi perincian akun individual yang membentuk akun pengendali tertentu.

Siklus-Siklus Pemrosesan Transaksi
Sistem Informasi Akuntansi meliputi beragam aktivitas yang berkaitan dengan siklus-siklus pemrosesan transaksi perusahaan, yaitu :

1.Siklus pendapatan. Kejadian-kejadian yang berkaitan dengan pendistribusian barang dan jasa ke entitas-entitas lain dan pengumpulan pembayaran-pembayaran yang berkaitan.
2.Siklus pengluaran. Kejadian-kejadian yang berkaitan dengan perolehan barang dan jasa dari entitas-entitas lain dan pelunasan kewajiban-kewajiban yang berkaitan.
3. Siklus produksi . Kejadian-kejadian yang berkaitan dengan pengubahan  sumberdaya menjadi barang dan jasa.
4.Siklus keuangan . Kejadian-kejadian yang berkaitan dengan peroleh dan manajemen dana-dana modal, termasuk kas.      
 
Pengertian e-Business

Pengertian e-Business kegiatan bisnis yang dilakukan secara otomatis dan semiotomatis dilakukan dengan menggunakan teknologi elektronik. E-business memungkinkan suatu perusahaan untuk berhubungan dengan sistem pemrosesan data internal dan eksternal secara lebih efisien dan fleksibel. E-business juga banyak dipakai untuk berhubungan dengan suplier dan mitra bisnis perusahaan, serta memenuhi permintaan dan melayani kepuasan pelanggan secara lebih baik.



Perbedaan e -business dengan e -commerce

e-commerce adalah proses pembelian, penjualan, atau pengantian produk, pelayanan dan informasi dengan menggunakan jaringan internet.

e-business adalah perluasan dari e-commerce , di mana tidak hanya pembelian dan pembayaran barang, dan pelayanan, tetapi juga disertai pelayanan konsumen, kolaborasi dengan partner bisnis dengan dukungan elektronik sebagai alat transaksi atau organisasi.


pengaruh e-Business terhadap proses bisnis

E-business berkaitan secara menyeluruh dengan proses bisnis termasuk value chain: pembelian secara elektronik (electronic purchasing), manajemen rantai suplai (supply chain management), pemrosesan order elektronik, penanganan dan pelayanan kepada pelanggan, dan kerja sama dengan mitra bisnis. E-business memberi kemungkinan untuk pertukaran data di antara satu perusahaan dengan perusahaan lain, baik lewat web, Internet, intranet, extranet atau kombinasi di antaranya.

Faktor-faktor yang mempengaruhi e-Business
  • Faktor pertama adalah tingkat kesesuaian dan dukungan aktivitas e-business atas strategi keseluruhan perusahaan. 
  • Faktor kedua adalah kemampuan untuk menjamin bahwa proses e-business memenuhi tiga karakteristik kunci yang dibutuhkan dalam transaksi bisnis apapun yaitu
    1. validitas
    2. integritas
    3. dan privasi.
Model-Model E-Business
  1. B2C (Business to Consumers): Interaksi yang dimungkinkan oleh teknologi antara individu dan organisasi.
  2. B2B (Business to Business): Interaksi yang dimungkinkan oleh teknologi antara organisasi dengan organisasi (antar organisasi)
  3. Consumer-to-consumer (C2C) dimana konsumen menjual produk secara langsung kepada konsumen lainnya. Biasanya individu mengiklankan produk, jasa, pengetahuan, maupun keahliannya disalah satu situs lelang atau classified ads. Contohnya meliputi www.bekas.com dan www.classified2000.com.
  4. Consumer-to-business (C2B) meliputi individu yang menjual produk atau jasa kepada organisasi, serta individu yang mencari penjual, berinteraksi dengan penjual tersebut, dan melakukan transaksi.
  5. Non-business electronic commerce, terdiri atas institusi non bisnis seperti lembaga pendidikan, organisasi nirlaba, organisasi keagamaan, organisasi sosial, dan instansi pemerintah. Contohnya, www.bappenas.go.id, www.bps.go.id, www.komnas.go.id, www.bppt.go.id. Umumnya organisasi non bisnis menggunakan berbagai tipe e-commerce atau e-business untuk keperluan menekan biaya atau meningkatkan layanan pelanggan dan operasi.
  6. Intrabusiness (organizational) electronic commerce meliputi semua aktivitas internal organisasi yang biasanya dilakukan melalui internet dan meliputi pertukaran barang, jasa atau informasi. 

Infrastruktur e-Business

  1. Jaringanuntuk melakukan kegiatan e-Business, kita memerlukan jaringan untuk membuat koneksi ke internet
  2. Software KomunikasiSoftware komunikasi mengelola aliran data melalui suatu jaringan. Software komunikasi didesain untuk bekerja dengan berbagai jenis peraturan dan prosedur untuk pertukaran data.
 Sumber :
http://21slowspeed.blogspot.com/2013/09/pengertian-sistem-informasi-akuntansi_4749.html
http://cyrillusdodi.blogspot.com/2013/01/pengertian-e-business-tugas-3-sistem.html


Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO